Teknik dan Metode Menanam Semangka

Jika anda sering mendengar bahwa banyak semangka yang tidak alami ketika dijual, maka anda perlu mengetahui teknik dan metode menanam semangka yang benar.

Teknik dan Metode Menanam Semangka
Teknik dan Metode Menanam Semangka

Kenapa tidak alami? Banyak sekali petani buah yang saat ini berlaku curang. Dengan cara menyuntikkan pemanis ataupun pewarna buatan pada buahnya. Sehingga harga buahnya menjadi tinggi.

Sebetulnya untuk mendapatkan buah yang manis dan segar, tidak perlu menggunakan cara-cara yang tidak benar diatas. Ada teknik dan metode menanam semangka yang baik sehingga menghasilkan buah yang berkualitas pula.

Saat ini, teknik menanam semangka yang layak dicontoh adalah teknik menanam semangka dari petani Kudus, Jawa Tengah. Buah semangka yang mereka hasilkan terkenal manis, kulitnya tipis dan tekstur daging buahnya renyah.

Petani Kudus tersebut saat ini mengembangkan teknik dan metode menanam semangka yang disebut tanam kering.

Memerlukan tanah yang kering, bukan tanah yang cenderung berdebu atau liat yang biasa ditemui di daerah pegunungan.

Sehingga kunci kesuksesannya adalah pada jumlah air yang digunakan untuk mengairi tanaman. Jika dilihat dari jenis tanah yang ada di Kudus pada dasarnya adalah tanah yang terdiri dari kapur.

Menilik ifat kapur yang cenderung menetralkan keasaman tanah, maka jenis tanah ini memang cocok untuk digunakan sebagai media menanam semangka. Perlu diketahui bahwa semangka biasanya cocok berada di tanah dengan PH pada kisaran 5.

Teknik dan Metode Menanam Semangka

Dari gambaran diatas, jika anda ingin belajar bertani atau mengembangkan teknik dan metode menanam semangka dari petani Kudus, berikut yang perlu dilakukan:

  • Memberikan pupuk yang cukup pada tanah, baik itu pupuk kompos maupun pupuk kimia.
  • Menetralkan PH tanah. Baik dari asam maupun basa. Jika tanah terlalu asam atau basa, maka tanah akan mengikat nutrisi atau unsur hara yang dibutuhkan oleh tumbuhan. Dengan demikian tumbuhan tidak dapat berkembang dengan sempurna.
  • Menanam pada musim kemarau.
  • Cari lahan yang dekat dengan aliran sungai, sehingga distribusi air selalu terjaga.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *